BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
BAB II ISI
2.1 Pengertian Sistem Kekebalan Tubuh
2.2 Jenis – jenis Sistem Kekebalan Tubuh
2.2.1.
Sistem Kekebalan Tubuh Berdasarkan Asalnya
2.2.2. Sistem
kekebalan tubuh berdasarkan mekanisme kerjanya
2.3 Imunisasi
2.3.1. Tujuan
2.3.2. Jenis – jenis imunisasi
2.3.3. Cara pemberian imunisasi
2.4 Kelainan dan Penyakit pada System Kekebalan Tubuh
2.5 Cara pencegahan Penyakit
2.5.1 Pengertian Sistem Kekebalan Tubuh
Jenis – jenis Sistem Kekebalan Tubuh
Sistem Kekebalan Tubuh Berdasarkan Asalnya
Sistem kekebalan tubuh berdasarkan mekanisme
kerjanya
Imunisai
Kelainan dan Penyakit pada System Kekebalan
Tubuh
Cara pencegahan Penyakit
2.5.1
Pengobatan
Penyakit dengan Antibiotik
2.6 Makanan yang dapat meningkatkan
kekebalan tubuh
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.1 Masalah
Ø Apa yang dimaksud dengan Sistem Kekebalan Tubuh ?
Ø Apa saja Jenis – jenis Sistem Kekebalan Tubuh itu ?
Ø Apa yang dimaksud dengan Imunisasi ?
Ø Apa tujuan dilakukannya Imunisasi ?
Ø Apa saja Jenis – jenis imunisasi itu ?
Ø Bagaimana caranya untuk memberikan imunisasi ?
Ø Apa saja Kelainan dan Penyakit pada Sistem Kekebalan Tubuh ?
Ø Bagaimana cara pencegahan penyakit ?
Ø Makanan apa yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh ?
1.2 Tujuan
Ø Mengetahui pengertian tentang system kekebalan tubuh
Ø Mengetahui struktur, fungsi, dan proses pada system kekebalantubuh
manusia
Ø Mengaitkan struktur, fungsi, dan proses pada system kekebalantubuh
manusia
Ø Memahami jenis-jenis kekebalan tubuh
Ø Mengidentifikasi jenis gangguan / kelainan yang dapat terjadipada
system kekebalan tubuh manusia.
1.3 Manfaat
Ø Sebagai sumber informasi yang sangat berguna dalammenambah pengetahuan
dan wawasan ( aspek teoritis )
Ø Sebagai sumber informasi yang sangat penting untuk dapatdiaplikasikan
dalam kehidupan sehari-hari ( aspek praktis )
SISTEM KEKEBALAN TUBUH
2.1 Pengertian Sistem Kekebalan Tubuh
Sistem
kekebalan tubuh ( imunitas ) adalah sistem mekanisme padaorganismeyang
melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar denganmengidentifikasi dan
membunuhpatogenserta seltumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh
biologis luar yang luas, organismeakan melindungi tubuh
dariinfeksi,bakteri,virussampaicacing parasit, serta menghancurkan zat-zat
asing lain dan memusnahkan mereka darisel organisme yang sehat dan jaringanagar
tetap dapat berfungsi seperti biasa.
2.2 Jenis – jenis
Sistem Kekebalan Tubuh
Sistem
kekebalan tubuh terbagi 2, yaitu:
2.2.1. Sistem Kekebalan Tubuh
Berdasarkan Asalnya
Sistem
kekebalan tubuh berdasarkan asalnya terbagi 2, yakni:
v Kekebalan Nonspesifik
(Kekebalan tubuh bawaan /Kekebalan tubuh alami)
Kekebalan
tubuh nonspesifik adalah bagian dari tubuh kita yang telah ada sejak kita
lahir.
Ciri-cirinya:
Ø Sistem ini tidak selektif,artinya semua benda asing yang masuk ke dalam
tubuh akan diserang dan dihancurkan tanpa seleksi.
Ø Tidak memiliki kemampuan untuk mengingat infeksi yanterjadi sebelumnya.
Ø Eksposur menyebabkan respon maksimal segaraSistem ini memiliki
komponen-komponen yang mampumenagkal benda masuk ke dalam tubuh, yakni :.
Rintangan
Mekanis
Rintangan mekanis merupakan system pertahanan tubuh yang pertama
dan umumnya terletak di bagian permukaan tubuh.
Terdiri
atas :
Ø Kulit: Terdiri dari lapisan tanduk yang tidak mudahditembus oleh benda
asing kecuali jika kulit dalam keadaanterluka. Asam lemak dan keringat yang
dihailkan olehkelenjar di kulit juga akan mencegah benda asing masuk kedalam
tubuh.
Ø Selaput Lendir: Merupakan hasil sekresi dari selyang terdapat di
sepanjang saluran pernapasan dan saluranpencernaan.Pada saluran
pernapaan,Selaput lendir berfungidalam menangkap bakteri / benda asing yang
masuk kedalam tubuh melalui saluran pernapasan. Contoh : Selaputlender pada
hidung. Selaput lender pada saluranpencernaan berfungsi sebagai rintangan yang
melindungisel diluar system pencernaan.
Ø Rambut-rambut halus: Sebagian besar terdapat padasaluran pernapasan. Contoh
: di hidung,rambut-rambut halus berfungsi sebagai penyaring udara yang
masukmelalui hidung.
Rintangan
Kimiawi :
Ø Hasil Sekresi: Berperan untuk membunuh bendaasing dengan menggunakan
zat kimia dan enzim.
Ø Bakteri yang terdapat di permukaan tubuh ( bakterinonpatogen ):
Berfungsi untuk menekan pertumbuhanbakteri patogen yang akan masuk ke dalam
tubuh.
Ø Sel Darah Putih: Merupakan system pertahanan tubuh kedua. Apabila benda
asing berhasil melewati system pertahanan pertama dan masuk ke dalam tubuh,maka
sel darah putih akan mencegah benda asing masuk lebih jauh lagi ke dalam tubuh.
Terdapat 5 jenis sel darah putih sebagai pertahanan tubuh, yaitu:
ü Neutrofil; Berlobus dan merupakan sel darah putih terbesar. Berfungsi
fagositosis (menelan mikroorganisme dan sisa-sisa sel mati)
ü Eosinofil; Memiliki peranan dalam reaksi alergi
ü Basofil; Melepaskan senyawa kimia seperti histamin yang menyebabkan
reaksi inflamasi (pembengkakan)
ü Monosit; Sel berukuran besar dan memiliki nukleus seperti ginjal yang
akan berkembang menjadi makrofag yang berfungsi sebagai fagositosis.
ü Limfosit; Sel berukuran kecil dengan nukleus besar bulat yang terdiri
dari 2 jenis sel, yaitu limfosit B (berperan dalam antibodi-mediated immunity:
imunitas yang diperantarai antibodi) dan limfosit T (berperan dalam
cell-mediated immunity: imunitas yang diperantarai sel)
Ø
Fagositosis: Mekanisme
fagositosis:
1.
Mikroba menempel ke fagosit.
2.
Fagosit membentuk pseudopodium
yang menelan mikroba.
3.
Vesikula fagositik bersatu sengan
lisosom.
4.
Mikroba dibunuh oleh enzim dalam
fagolisosom.
5.
Sisa-sisa mikroba dikeluarkan
lewat eksotisosis
Ø Sel Natural Killer: Merupakan sel pertahanan yang mampu melisis dan
membunuh sel-sel kanker serta seltubuh yang terinfeksi virus sebelum
diaktifkanya systemkekebalan adaptif. Sel ini membunuh dengan caramenyerang
membrane sel target dan melepaskan senyawa kimia preforin.
Ø
Protein Komplemen: Merupakan
protein darahyang berfungsi membantu system pertahanan sel darah putih. Protein
komplemen membantu system kekebalan tubuh dengan cara:
ü Menghasilkan opsonin ,kemotoksin, dan kinin. Opsonin untuk mempermudah
terjadinya fagositosis.Kemotoksin berfungsi sebagai penarik sel darah
putihmenuju ke infeksi , sedangkan kinin untukmeningkatkan permeabilitas
pembuluh darah.
ü Berperan dalam proses penghancuran membrane selmikroorganisme yang
menyerang tubuh.
ü Menstimulasi sel darah putih agar menjadi lebih aktif.
ü Interferon: Sel yang berperan dalam mensekresikansekumpulan protein
saat tubuh kita terserang virus.Interferon akan bertindak sebagai antivirus dan
bereaksisengan sel yang belum terinfeksi oleh virus. Interferon jugadapat merangsang
limfosit untuk mengahncurkan danmembunuh sel-sel yang terinfeksi virus.
v Kekebalan tubuh spesifik (
kekebalan adaptif / Kekebalan tubuh buatan )
Kekebalan tubuh spesifik adalah system kekebalan yang diaktifkan
oleh kekebalan tubuh nonspesifik danmerupakan system pertahanan tubuh yang
ketiga. Ciri-cirinya:
Ø Bersifat selektif terhadap bendaasing yang masuk kedalam tubuh.
Ø Sistem reaksi ini tidak memiliki reaksi yang samaterhadap semua jenis
benda asing.
Ø Memiliki kemampuan untuk mengingat infeksisebelumnya.
Ø Melibatkan pembentukan sel-sel tertentu dan zat kimia (antibody )
Perlambatan waktu antara eksposur dan respon maksimal Komponen
yang terlibat dalam kekebalan tubuh spesifik adalah:
Ø Antigen: Merupakan zat kimia asing yang masuk kedalam tubuh dan dapat
merangsang terbentuknya anti body. Antigen memiliki struktur tiga dimensi
sengandua atau lebih determinant site. Determinant site merupakan bagian dari
antigen yang dapat melekat padabagian sisi pengikatan pada antibody. Antigen
dapat berupa protein ,sel bakteri,atau zat kimia yang
dikeluarkanmikroorganisme. Jenis –jenis antigen:
ü Heteroantigen: antigen yang berasal dari spesieslain
ü Isoantigen: Antigen dari spesies sama tetapistruktur genetiknya
berbeda.
ü Autoantigen: Antigen yang berasal dari tubuhitu sendiri.
ü Hapten: Merupakan suatu determinant site yanglepa dari struktur
antigen. Hapten hanya dapat berikatandengan antibody apabila disuntikkan ke
dalam tubuh.
ü Antibodi ( Imunoglobulin / Ig): merupakan zatkimia( protein plasma )
yang dapat mengidentifikasiantigen. Antibodi dihasilkan oleh sel limfosit B.
Ketika sellimfosit B mengidentifikasi antigen,dengan cepat sel akanbereplikasi
untuk menghasilkan sejumlah besar selplasma.Sel plasma lalu akan menghasilkan
antibody danmelepaskanya ke dalam cairan tubuh. Sel limfosit B jugamenghasilkan
sel memori B, dengan struktur yang samadengan sel limfositB,dan dapt hidup
lebih lama daripadasel plasma.
ü Antibody Poliklonal :Antibodi dihasilkan di dalam tubuhsecara alami
yang dibentuk merupakan klon dari sel-sellimfosit dan umum .
ü Antibodi monoclonal: Antibodi yang dibentuk di luartubuh melalui fusi
sel . Merupakan hasil pengklonan satusel hibridoma.Berfungsi untuk mendiagnois
penyakitkanker dan hepatisis.Antibodi memiliki struktur seperti huruf Y dengan
dualengan dan satu kaki.Lengan tersebut dinamakan antigenbinding site,yakni
tempat melekatnya antigen.Molekulantibody dapat dikelompokkan menjadi lima
kelas yakni,IGg, IgA, IgM, IgD, IgE.
2.2.2. Sistem kekebalan tubuh
berdasarkan mekanisme kerjanya
Sistem
kekebalan tubuh berdasarkan mekanisme kerjanya terbagi 2,yaitu :
v Imunitas humoralImunitas humoral, yaitu imunitas yang dimediasi
olehmolekul di dalam darah, yang disebut antibodi. Antibodidihasilkan oleh sel
B limfosit. Mekanisme imunitas iniditujukan untuk benda asing yang berada di di
luar sel (berada di cairan atau jaringan tubuh). B limfosit akanmengenali benda
asing tersebut, kemudian akanmemproduksi antibodi. Antibodi merupakan molekul
yangakan menempel di suatu molekul spesifik (antigen) dipermukaan benda asing
tersebut. Kemudian antibodi akanmenggumpalkan benda asing tersebut sehingga
menjadi tidak aktif, atau berperan sebagai sinyal bagi sel-selfagosit.
v Imunitas selular, yaitu respon imun yang dilakukan oleh molekul-molekul
protein yang tersimpan dalam limfa dan plasma darah. Imunitasini dimediasi oleh
sel T limfosit.
Mekanisme ini ditujukan untuk benda asing yang dapat
menginfeksi sel (beberapa bakteri dan virus) sehingga tidak dapat dilekati oleh
antibodi. T limfosit kemudian akan menginduksi 2 hal: (1) fagositosis benda
asing tersebut oleh sel yang terinfeksi, (2) lisis sel yang terinfeksi sehingga
benda asing tersebut terbebas ke luar sel dan dapat di dilekati oleh antibodi.
2.3. Imunisasi
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu
penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap
penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal
dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu
penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu
saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya.
Imunisasi biasanya lebih fokus diberikan kepada anak-anak
karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa, sehingga
rentan terhadap serangan penyakit berbahaya. Imunisasi tidak cukup hanya
dilakukan satu kali, tetapi harus dilakukan secara bertahap dan lengkap
terhadap berbagai penyakit yang sangat membahayakan kesehatan dan hidup anak.
2.3.1 Tujuan :
Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi
adalah untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan
kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Beberapa penyakit
yang dapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio,
difteri, tetanus, batuk rejan, gondongan, cacar air, tbc, dan lain sebagainya.
2.3.2. Jenis – jenis
imunisasi :
v Imunisasi aktif : Diperoleh karena tubuh secara aktif membuat antibody
sendiri.
ü Imunisasi aktif Alami Kekebalan yang Diperoleh seseorang setelah sembuh
dari sakit tertentu..
ü Imunisasi Aktif Buatan
·
Imunisasi merupakan pemberian
mikroorganisme yang telah mati atau dilemahkan ke dalam tubuh manusia supaya
tubuh membentuk antibody
·
Melibatkan pembentukan antibody di
dalam tubuh sebagai respon terhadap masuknya antigen tertentu ke dalam tubuh .
·
Bertujuan untuk merangsang tubuh
agar membentuk antibodyyang dapat mengaktifkan system kekebalan tubuh.
·
Dilakukan dengan pemberian vaksin
ke dalam tubuh.
·
Contoh vaksin :
1.
Vaksin yang di lemahkan Virus
hidup yang dilemahkan
2.
Vaksin inaktivasi Bakteri atau
virus yang sudah di inaktivasi
3.
Vaksin toksoidtoksin(racun) yang
dihasilkan oleh bakteri
4.
Vaksin aseluler dan subunit
v Imunisasi Pasif : kekebalan yang didapat dari pemindahan antibody dari suatu
individu ke individu lainnya.
ü Imunisasi Pasif Alami Terjadi pada bayi dalam kandungan, dimana
antibody sang ibu akan masuk ke dalam tubuh bayi melalui plasenta, dan ASI pertama.
ü Imunisasi Pasif Buatan Kekebalan yang diperoleh dengan memasukkan
antibody / serum yang telah kebal penyakit yang dilakukan melalui suntikan. Tujuanya
adalah untuk memberikan kekebalan tubuh secepatnya karena tubuh penerima tidak
memiliki banyak waktu untuk membentuk antibody
2.3.3. Cara pemberian
imunisasi :
Teknik atau cara pemberian imunisasi umumnya dilakukan
dengan melemahkan virus atau bakteri penyebab penyakit lalu diberikan kepada
seseorang dengan cara suntik atau minum / telan. Setelah bibit penyakit masuk
ke dalam tubuh kita maka tubuh akan terangsang untuk melawan penyakit tersebut
dengan membantuk antibodi. Antibodi itu uumnya bisa terus ada di dalam tubuh
orang yang telah diimunisasi untuk melawan penyakit yang mencoba menyerang.
2.4 Kelainan dan Penyakit pada System Kekebalan Tubuh
v Alergi
Merupakan suatu reaksi abnormal yang terjadi padaseseorang.Umumnya
alergi bersifat khusus dan hanya muncul jikapenderita melakukan kontak dengan
penyebab alergi.Alergi dapatditurunkan dari orang tua / keluarga dekat.Alergi
dapat terjaddisecara tiba-tiba dan bersifat fatal terhadap
penderita.Seseorangyang alergi akan mengalami gangguan
emosi,konsentrasi,danlain-lain.Alergi terjadi karena penderita sangat sensitive
terhadap allergen.
v AIDS
AIDS merupakan suatu sindrom atau penyakit yang disebabkan oleh virus
HIV (Human Immunodeficiency Virus). Pada tubuh manusia, virus HIV hanya
menyerang sel yang memiliki protein tertentu. protein itu ialah yang terdapat
pada sel darah putih T4 ,yaitu sel darah putih yang berperanmenjaga system kekebalan
tubuh. Apabila virus HIV menginfeksi tubuh,manusia akan mengalami penurunan
system kekebalantubuh.Akibatnya,para penderita HIV-AIDS akan mudah terinfeksi
berbagai jenis penyakit.
Penderita HIV positif umumnya masih dapat hidup dengan normal dantampak
sehat,tetapi dapat menularkan virus HIV. Penderita AIDS adalah penderita HIV
positif yang telah menunjukkan gejala penyakit AIDS.Waktu yang dibutuhkan
seorang penderita HIV positif untuk menjadi penderita AIDS relatif lama, yaitu
antara 5-10 tahun. Bahkan ada penderita HIV positif yang seumur hidupnya tidak
menjadi penderita AIDS. Hal tersebut dikarenakan virus HIV didalam tubuh
membutuhkan waktu untuk menghancurkan system kekebalan tubuh penderita.
Ketika system kekebalan tubuh sudahhancur, penderita HIV positif akan menunjukkan
gejala penyakit AIDS. Penderita yang telah mengalami gejala AIDS atau penderita
AIDS umumnya hanya mampu bertahan hidup selama dua tahun.
Gejala-gejala
penyakit AIDS adalah:
ü Ganguan pada system saraf
ü Penurunan libido
ü Sakit kepala
ü Demam
ü Berkeringat pada malam hari selama berbulan-bulan
ü Diare
ü Terdapat bintik-bintik berwarna hitam atau keungu-unguan di sekujur
tubuh
ü Terdapat banyak bekas luka yang belum sembuh total
ü Terjadi penurunan berat badan secara drastis
Penularan
virus HIV:
ü umumnya terjadi melalui hubungan seks dengan penderita HIV
ü Pemakaian jarum suntik bersama-sama dengan penderita HIV
ü Transfusi darah yang terinfeksi HIV
ü Bayi yang minum ASI penderita HIV atau dilahirkan oleh ibu penderita
HIV
Cara
menghindari HIV:
ü Menghindari hubungan seks diluar nikah
ü Menggunakan kondom jika melakukan hubungan seksual
ü Memakai jarum suntik yang terjamin sterilisasinya
ü Menghindari kontak langsung dengan penderita HIV jika sedang terluka
ü Menghindari kehamilan bagi wanita penderita HIV
ü Menerima transfusi darah yang tidak terinfeksi HIV
v Automunitas Kegagalan daya diskriminasi endogen pada system
kekebalantubuh sendiri dianggap sebagai zat / benda asing danterhadapnya
dibentuk zat antibody.
2.5 Cara
pencegahan Penyakit
Penyakit
dapat dicegah dengan kekebalan tubuh dan vaksinasi/imunisasi.
a. Kekebalan Tubuh
Ø Kekebalan tubuh aktif alami: kekebalan tubuh yang dihasilkan karena
limfosit teraktivasi oleh antigen pada patogen
Ø Kekebalan tubuh aktif buatan: kekebalan tubuh yang dihasilkan melalui
proses injeksi antigen ke dalam tubuh
Ø Kekebalan tubuh pasif alami: antibodi diberikan ibu kepada bayinya
melalui ASI (sementara)
Ø Kekebalan tubuh pasif buatan: antibodi diekstrak dari satu individu
disuntikkan ke tubuh orang lain sebagai serum
b. Vaksinasi
Vaksin adalah suatu antigen yang disuntikkan atau secara
oral yang menyebabkan perkembangan kekebalan tubuh aktif dari individu yang
diberi vaksin. Sejumlah antigen diperkenalkan ke tubuh seseorang sehingga
menstimulasi produksi antibodi, seperti saat terjadi infeksi alami. Kekebalan
tubuh melalui vaksinasi sifatnya tahan lama sebab tubuh mampu memproduksi
sel-sel memori yang akan ”mengingat” antigen yang masuk ke dalam tubuh. Sebelum
diberikan ke tubuh individu, antigen untuk vaksin dijadikan tidak berbahaya
terlebih dahulu. Vaksin diperoleh dari sumber berbagai berikut:
Ø Mikroorganisme mematikan yang
dimatikan. Mikroorganisme tersebut dimatikan dengan
pemanasan atau pemberian senyawa kimia yang mendenaturasi enzim-enzim sel
mikroorganisme. Patogen yang mati tidak akan menimbulkan penyakit, tetapi masih
memiliki antigen yang akan dikenali limfosit T dan B, sehingga menghasilkan
pembentukan antibodi oleh tubuh penerima vaksin. Contohnya adalah bakteri
penyebab batuk rejan.
Ø Strain hidup yang tidak
mematikan. Vaksin yang dihasilkan melalui cara
tersebut sering dinamakan vaksin yang dilemahkan. Patogen dilemahkan untuk
memastikan tidak menyebabkan infeksi yang parah. Contohnya adalah virus
penyebab rubella dan vaksin BCG yang digunakan untuk melawan tuberkulosis dan
vaksin Sabin untuk melawan poliomielitis.
Ø Toksin yang dimodifikasi. Pada vaksin tersebut, toksoid (senyawa toksik) yang digunakan untuk
menstimulasi produksi antibodi dengan tidak ada resiko terjadi infeksi.
Contohnya adalah vaksin yang digunakan untuk melawan difteri dan tetanus.
Ø Antigen hasil isolasi yang
terpisah dari patogennya. Antigen yang penting
dipisahkan dari mikroorganisme melalui pemecahan struktur patogen dan mengambil
glikoprotein. Contohnya adalah vaksin influenza. Vaksin influenza mengandung
campuran sejumlah antigen dari berbagai strain virus influenza, dengan tujuan
mengalahkan banyaknya variasi strain virus influenza yang ada. Variasi antigen
tersebut timbul pada mikroorganisme yang memiliki kecepatan mutasi tinggi.
Ø Antigen hasil rekayasa
genetik. Antigen dihasilkan melalui ekstraksi gen
pengkode antigen tertentu dari patogen, kemudian disisipkan ke plasmid
mikroorganisme lain, misalnya bakteri yang tidak berbahaya. Sel bakteri
tersebut kemudian akan bereplikasi, menghasilkan antigen dalam jumlah besar.
Contohnya pada vaksin hepatitis B.
2.5.1 Pengobatan Penyakit dengan Antibiotik
Antibiotik merupakan senyawa kimia yang dihasilkan suatu mikroorganisme
yang dapat membunuh mikroorganisme lain. Antibiotik pertama yang dikembangkan
pada tahun 1930-an dan 1940-an merupakan senyawa kimia yang dihasilkan suatu
mikroorganisme, yang dapat membunuh mikroorganisme lain. Sebagai contoh
penisilin, antibiotik pertama yang dikembangkan dalam skala besar untuk melawan
infeksi bakteri. Penisilin merupakan hasil produksi suatu jenis jamur. Semenjak
itu, antibiotik telah diekstrak dari berbagai sumber, seperti kulit katak dan
butiran salju, dan ada pula yang disintesis.
Berdasarkan
jangkauan keefektifannya dan cara kerjanya, antibiotik dibagi menjadi 2, yaitu:
Ø Antibiotik sprektum luas: antibiotik yang dapat membunuh berbagai jenis
bakteri
Ø Antibiotik sprektum kecil: antibiotik yang efektif terhadap sedikit
jenis bakteri (untuk membunuh bakteri yang spesifik)
Semua
antibiotik harus memiliki sifat toksisitas spesifik, yaitu antibiotik tersebut
harus mampu mematikan atau menghambat pertumbuhan bakteri, tapi menyebabkan
sedikit atau tidak ada kerusakan bagi jaringan tubuh. Target kerja antibiotik
adalah proses metabolisme sel seperti sintesis protein, dll. Penggunaan
antibiotik yang terlalu sering dan tidak sesuai aturan perlu dihindari karena
penggunaan antibiotik berkali-kali menyebabkan semakin banyak bakteri yang
mampu bertahan hidup dan mewariskan gen-gen resisten kepada strain yang
berbeda.
2.6 Makanan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh
v Jeruk
Mengatasi sariawan pasti hal pertama yang ada di benak orang kebanyakan
ketika ditanya manfaat jeruk. Tapi tahukah Anda bahwa jeruk merupakan salah
satu buah yang dapat mencegah kanker dan serangan jantung. Enzim Limonid pada
jeruk mampu mencegah kanker tertentu. Enzim Pektin yang ada menurunkan LDL
(kolestrol jahat), memperkecil penyumbatan pembuluh darah dan memperkecil
resiko serangan jantung.
v Semangka
Wajah segar, bercahaya dan tampak lebih muda terpancar dari orang yang mengkonsumsi
buah kaya air ini secara teratur. Zat bekaroten dalam semangka mampu
menyegarkan kembali sel-sel layu yang dirusak oleh molekul radikal bebas yang
merupakan hasil sampingan metabolisme tubuh. Likopen yang ada dalam semangka
dapat menyusutkan resiko kanker mulutrahim dan kanker pankreas pada wanita.
Sebuah hasil penelitian di India menunjukkan, likopen dapat menambah jumlah
sperma pada laki-lakiterutama yang struktur spermanya tidak normal dan
pergerakannya lamban.
v Kedelai
Dalam kacang kedelai terdapat Isoflavon, enzim yang memiliki fungsi
miriphormon estrogen, sehingga dapat mencegah keropos tulang. Kedelai
jugatermasuk makanan pengganti protein tinggi yang ideal, karena takmengandung
asam lemak jenuh sehingga mengurangi resiko serangan jantung.
v Brokoli
Sulforaphan, zat antioksidan pada brokoli dapat membantu tubuh
untukmenghilangkan atau menetralkan zat penyebab kanker, karsinogenik.
Zatbekarotin di dalam brokoli mampu mencegah kanker usus besar danpayudara,
juga tekanan darah tinggi.
v Kangkung
Kangkung kan membuat ngantuk! Mitos ini sudah lama beredar
dimasyarakat, tapi sebenarnya kangkung mengandung zat untukmeningkatkan
ketahanan tubuh. Bersifat anti racun, anti radang dan mengandung protein,
kalsium juga karoten ini dapat melancarkan air seni. Bagi ibu hamil juga
berguna untuk mengatasi mual di awal kehamilan.
v Belimbing
Buah ini mengandung serat makanan, vitamin A dan C juga kalium.
Zat-zattersebut menjaga kenormalan fungsi organ pencernaan, sistim
pembuluhdarah dan jantung. Bagi orang yang mempunyai tekanan darah dan
kolestroltinggi sangat disarankan untuk mengkonsumsi belimbing.
3.1 Kesimpulan
Sistem
kekebalan tubuh ( imunitas ) adalah sistem mekanisme pada organisme yang
melindungi tubuh terhadap pengaruhbiologis luar dengan mengidentifikasi dan
membunuh patogen serta seltumor. sistem imun terbagi dua berdasarkan
perolehannya atau asalnya, yaitu :
v Sistem imun Non Spesifik (Sistem imun alami).
v Sistem imun Spesifik (Sistem imun yang didapat/hasil adaptasi)
Berdasarkan
mekanisme kerjanya, sistem imun terbagi, yaitu:
v Sistem imun humoral (sistem imun jaringan atau diluar sel, yang berperan
adalah Sel B "antibodi"
v Sistem imun cellular (sistem imun yang bekerja pada sel yang terinfeksi
antigen, yang berperan adalah sel T (Th, Tc, Ts)
Imunisasi
Merupakan salah satu usaha manusia untuk menjadikanindividu kebal. terhadap
suatu penyakit.Imunisasi terbagi 2,yaitu:
v Imunisasi aktif : Diperoleh karena tubuh secara aktif membuat antibody
sendiri.
v Imunisasi Pasif : kekebalan yang didapat dari pemindahan antibody dari suatu
individu ke individu lainnya.
Kelainan dan Penyakit pada System Kekebalan Tubuh terdiri dari
alergi, AIDS, Autoimunitas.
Kekebalan
tubuh kita juga dapat ditingkatkan dengan memakan buah-buahan seperti semangka,belimbing,brokoli,dan
lain-lain.