Friday, 19 February 2016

Wisata Kedung Tumpang



Liburan kuliah kemarin, kami mengunjungi salah satu wisata yang ada di Tulung Agung yaitu Wisata Kedung Tumpang. Sebenarnya gak ada rencana yang udah dipersiapkan untuk mengunjungi wisata ini, tapi karena lokasinya yang lumayan dekat dengan tempat kursus di pare (ini ceritanya kemarin lagi kursusan bahasa hehe) akhirnya kami memutuskan untuk mengadakan tour weekend. katanya sih ini merupakan tradisi anak muda yang kursus di pare. Dengan menggunakan travel sebagai alat transportasinya untuk menuju ke wisata ini, dihabiskan waktu selama kurang lebih 3,5 jam (lah, katanya deket ?? iya lumayan kan gak satu harian hehe).

Alat transportasi yang digunakan gak bisa mengantarkan kami langsung ke mulut pantai, karena memang wisata ini masih tergolong asri sehingga jalanannya pun masih asri( jalan tanah hehe). memang butuh usaha yang lebih untuk mengunjungi wisata ini. Mulai dari menghadapi jalan tanah yang becek sampai mendaki bukit yang masih semak hanya ada jalan setapak untuk dilewati.

Sebenarnya ada ojek yang bisa mengantarkan wisatawan untuk langsung menuju ke mulut pantai yang tentunya berbeda lintasan yang ditempuh antara pejalan kaki dengan yang menggunakan sepeda motor alias ojek. Kalau menurut aku sih mendingan jalan kaki, karena kita akan mendapatkan feel adventure-nya. Gak lucukan, kaos yang di kenakan ada tulisan "My trip my adventure" eh taunya ke wisata kedung tumpang malahan ngojek hehe.

Kalau dibilang capek, ya capek banget. Tapi setelah melihat keindahan wisatanya, rasa capek bisa tersugesti hilang sih karena kita bisa berenang di air laut tanpa harus mendamparkan diri ke laut hehe. Lah gimana caranya ?? Nah, uniknya di wisata ini ada kolam renang alami yang terbentuk karena erosi air laut terhadap bukit bebatuan yang ada di sekitarnya. Jadi bagi kita ( karena aku juga termasuk hehe ) yang gak pandai berenang akan kesampaian mandi di air laut hehe. 

Nih aku kasih beberapa fotonya hehe...



Kamunya mana ??
Gaada disini, di foto yang lain.

















Nah, ini baru fotoku. Mana fotomu ?? hehe






Nah, kek gitutuh kolam renang nya. 

Sistem Kekebalan Tubuh



BAB I     PENDAHULUAN
1.1          Latar Belakang
1.2          Rumusan Masalah
1.3          Tujuan
1.4          Manfaat
BAB II    ISI
                2.1          Pengertian Sistem Kekebalan Tubuh
                2.2          Jenis – jenis Sistem Kekebalan Tubuh
                        2.2.1. Sistem Kekebalan Tubuh Berdasarkan Asalnya
                              2.2.2. Sistem kekebalan tubuh berdasarkan mekanisme kerjanya
                2.3          Imunisasi
                                2.3.1. Tujuan
2.3.2. Jenis – jenis imunisasi
2.3.3. Cara pemberian imunisasi
                2.4          Kelainan dan Penyakit pada System Kekebalan Tubuh
        2.5          Cara pencegahan Penyakit
                                2.5.1      Pengertian Sistem Kekebalan Tubuh
Jenis – jenis Sistem Kekebalan Tubuh
Sistem Kekebalan Tubuh Berdasarkan Asalnya
Sistem kekebalan tubuh berdasarkan mekanisme kerjanya
Imunisai
Kelainan dan Penyakit pada System Kekebalan Tubuh
Cara pencegahan Penyakit
                        2.5.1     
Pengobatan Penyakit dengan Antibiotik
        2.6          Makanan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh
BAB III   PENUTUP
                3.1          Kesimpulan

                       


               






  

1.1   Masalah
Ø  Apa yang dimaksud dengan Sistem Kekebalan Tubuh ?
Ø  Apa saja Jenis – jenis Sistem Kekebalan Tubuh itu ?
Ø  Apa yang dimaksud dengan Imunisasi ?
Ø  Apa tujuan dilakukannya Imunisasi ?
Ø  Apa saja Jenis – jenis imunisasi itu ?
Ø  Bagaimana caranya untuk memberikan imunisasi ?
Ø  Apa saja Kelainan dan Penyakit pada Sistem Kekebalan Tubuh ?
Ø  Bagaimana cara pencegahan penyakit ?
Ø  Makanan apa yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh ?


1.2   Tujuan
Ø  Mengetahui pengertian tentang system kekebalan tubuh
Ø  Mengetahui struktur, fungsi, dan proses pada system kekebalantubuh manusia
Ø  Mengaitkan struktur, fungsi, dan proses pada system kekebalantubuh manusia
Ø  Memahami jenis-jenis kekebalan tubuh
Ø  Mengidentifikasi jenis gangguan / kelainan yang dapat terjadipada system kekebalan tubuh manusia.

1.3   Manfaat
Ø  Sebagai sumber informasi yang sangat berguna dalammenambah pengetahuan dan wawasan ( aspek teoritis )
Ø  Sebagai sumber informasi yang sangat penting untuk dapatdiaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari ( aspek praktis )



SISTEM KEKEBALAN TUBUH

2.1          Pengertian Sistem Kekebalan Tubuh
Sistem kekebalan tubuh ( imunitas ) adalah sistem mekanisme padaorganismeyang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar denganmengidentifikasi dan membunuhpatogenserta seltumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organismeakan melindungi tubuh dariinfeksi,bakteri,virussampaicacing parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka darisel organisme yang sehat dan jaringanagar tetap dapat berfungsi seperti biasa.

2.2  Jenis – jenis Sistem Kekebalan Tubuh
Sistem kekebalan tubuh terbagi 2, yaitu:
2.2.1. Sistem Kekebalan Tubuh Berdasarkan Asalnya
Sistem kekebalan tubuh berdasarkan asalnya terbagi 2, yakni:
v  Kekebalan Nonspesifik (Kekebalan tubuh bawaan /Kekebalan tubuh alami)
Kekebalan tubuh nonspesifik adalah bagian dari tubuh kita yang telah ada sejak kita lahir.
Ciri-cirinya:
Ø  Sistem ini tidak selektif,artinya semua benda asing yang masuk ke dalam tubuh akan diserang dan dihancurkan tanpa seleksi.
Ø  Tidak memiliki kemampuan untuk mengingat infeksi yanterjadi sebelumnya.
Ø  Eksposur menyebabkan respon maksimal segaraSistem ini memiliki komponen-komponen yang mampumenagkal benda masuk ke dalam tubuh, yakni :.
Rintangan Mekanis
Rintangan mekanis merupakan system pertahanan tubuh yang pertama dan umumnya terletak di bagian permukaan tubuh.
Terdiri atas :
Ø  Kulit: Terdiri dari lapisan tanduk yang tidak mudahditembus oleh benda asing kecuali jika kulit dalam keadaanterluka. Asam lemak dan keringat yang dihailkan olehkelenjar di kulit juga akan mencegah benda asing masuk kedalam tubuh.
Ø  Selaput Lendir: Merupakan hasil sekresi dari selyang terdapat di sepanjang saluran pernapasan dan saluranpencernaan.Pada saluran pernapaan,Selaput lendir berfungidalam menangkap bakteri / benda asing yang masuk kedalam tubuh melalui saluran pernapasan. Contoh : Selaputlender pada hidung. Selaput lender pada saluranpencernaan berfungsi sebagai rintangan yang melindungisel diluar system pencernaan.
Ø  Rambut-rambut halus: Sebagian besar terdapat padasaluran pernapasan. Contoh : di hidung,rambut-rambut halus berfungsi sebagai penyaring udara yang masukmelalui hidung.
Rintangan Kimiawi :
Ø  Hasil Sekresi: Berperan untuk membunuh bendaasing dengan menggunakan zat kimia dan enzim.
Ø  Bakteri yang terdapat di permukaan tubuh ( bakterinonpatogen ): Berfungsi untuk menekan pertumbuhanbakteri patogen yang akan masuk ke dalam tubuh.
Ø  Sel Darah Putih: Merupakan system pertahanan tubuh kedua. Apabila benda asing berhasil melewati system pertahanan pertama dan masuk ke dalam tubuh,maka sel darah putih akan mencegah benda asing masuk lebih jauh lagi ke dalam tubuh. Terdapat 5 jenis sel darah putih sebagai pertahanan tubuh, yaitu:

ü  Neutrofil; Berlobus dan merupakan sel darah putih terbesar. Berfungsi fagositosis (menelan mikroorganisme dan sisa-sisa sel mati)
ü  Eosinofil; Memiliki peranan dalam reaksi alergi
ü  Basofil; Melepaskan senyawa kimia seperti histamin yang menyebabkan reaksi inflamasi (pembengkakan)
ü  Monosit; Sel berukuran besar dan memiliki nukleus seperti ginjal yang akan berkembang menjadi makrofag yang berfungsi sebagai fagositosis.
ü  Limfosit; Sel berukuran kecil dengan nukleus besar bulat yang terdiri dari 2 jenis sel, yaitu limfosit B (berperan dalam antibodi-mediated immunity: imunitas yang diperantarai antibodi) dan limfosit T (berperan dalam cell-mediated immunity: imunitas yang diperantarai sel)

Ø  Fagositosis: Mekanisme fagositosis:
1.       Mikroba menempel ke fagosit.
2.       Fagosit membentuk pseudopodium yang menelan mikroba.
3.       Vesikula fagositik bersatu sengan lisosom.
4.       Mikroba dibunuh oleh enzim dalam fagolisosom.
5.       Sisa-sisa mikroba dikeluarkan lewat eksotisosis
Ø  Sel Natural Killer: Merupakan sel pertahanan yang mampu melisis dan membunuh sel-sel kanker serta seltubuh yang terinfeksi virus sebelum diaktifkanya systemkekebalan adaptif. Sel ini membunuh dengan caramenyerang membrane sel target dan melepaskan senyawa kimia preforin.
Ø  Protein Komplemen: Merupakan protein darahyang berfungsi membantu system pertahanan sel darah putih. Protein komplemen membantu system kekebalan tubuh dengan cara:
ü  Menghasilkan opsonin ,kemotoksin, dan kinin. Opsonin untuk mempermudah terjadinya fagositosis.Kemotoksin berfungsi sebagai penarik sel darah putihmenuju ke infeksi , sedangkan kinin untukmeningkatkan permeabilitas pembuluh darah.
ü  Berperan dalam proses penghancuran membrane selmikroorganisme yang menyerang tubuh.
ü  Menstimulasi sel darah putih agar menjadi lebih aktif.
ü  Interferon: Sel yang berperan dalam mensekresikansekumpulan protein saat tubuh kita terserang virus.Interferon akan bertindak sebagai antivirus dan bereaksisengan sel yang belum terinfeksi oleh virus. Interferon jugadapat merangsang limfosit untuk mengahncurkan danmembunuh sel-sel yang terinfeksi virus.

v  Kekebalan tubuh spesifik ( kekebalan adaptif / Kekebalan tubuh buatan )
Kekebalan tubuh spesifik adalah system kekebalan yang diaktifkan oleh kekebalan tubuh nonspesifik danmerupakan system pertahanan tubuh yang ketiga. Ciri-cirinya:
Ø  Bersifat selektif terhadap bendaasing yang masuk kedalam tubuh.
Ø  Sistem reaksi ini tidak memiliki reaksi yang samaterhadap semua jenis benda asing.
Ø  Memiliki kemampuan untuk mengingat infeksisebelumnya.
Ø  Melibatkan pembentukan sel-sel tertentu dan zat kimia (antibody )
Perlambatan waktu antara eksposur dan respon maksimal Komponen yang terlibat dalam kekebalan tubuh spesifik adalah:
Ø  Antigen: Merupakan zat kimia asing yang masuk kedalam tubuh dan dapat merangsang terbentuknya anti body. Antigen memiliki struktur tiga dimensi sengandua atau lebih determinant site. Determinant site merupakan bagian dari antigen yang dapat melekat padabagian sisi pengikatan pada antibody. Antigen dapat berupa protein ,sel bakteri,atau zat kimia yang dikeluarkanmikroorganisme. Jenis –jenis antigen:
ü  Heteroantigen: antigen yang berasal dari spesieslain
ü  Isoantigen: Antigen dari spesies sama tetapistruktur genetiknya berbeda.
ü  Autoantigen: Antigen yang berasal dari tubuhitu sendiri.
ü  Hapten: Merupakan suatu determinant site yanglepa dari struktur antigen. Hapten hanya dapat berikatandengan antibody apabila disuntikkan ke dalam tubuh.
ü  Antibodi ( Imunoglobulin / Ig): merupakan zatkimia( protein plasma ) yang dapat mengidentifikasiantigen. Antibodi dihasilkan oleh sel limfosit B. Ketika sellimfosit B mengidentifikasi antigen,dengan cepat sel akanbereplikasi untuk menghasilkan sejumlah besar selplasma.Sel plasma lalu akan menghasilkan antibody danmelepaskanya ke dalam cairan tubuh. Sel limfosit B jugamenghasilkan sel memori B, dengan struktur yang samadengan sel limfositB,dan dapt hidup lebih lama daripadasel plasma.
ü  Antibody Poliklonal :Antibodi dihasilkan di dalam tubuhsecara alami yang dibentuk merupakan klon dari sel-sellimfosit dan umum .
ü  Antibodi monoclonal: Antibodi yang dibentuk di luartubuh melalui fusi sel . Merupakan hasil pengklonan satusel hibridoma.Berfungsi untuk mendiagnois penyakitkanker dan hepatisis.Antibodi memiliki struktur seperti huruf Y dengan dualengan dan satu kaki.Lengan tersebut dinamakan antigenbinding site,yakni tempat melekatnya antigen.Molekulantibody dapat dikelompokkan menjadi lima kelas yakni,IGg, IgA, IgM, IgD, IgE.
2.2.2. Sistem kekebalan tubuh berdasarkan mekanisme kerjanya
Sistem kekebalan tubuh berdasarkan mekanisme kerjanya terbagi 2,yaitu :
v  Imunitas humoralImunitas humoral, yaitu imunitas yang dimediasi olehmolekul di dalam darah, yang disebut antibodi. Antibodidihasilkan oleh sel B limfosit. Mekanisme imunitas iniditujukan untuk benda asing yang berada di di luar sel (berada di cairan atau jaringan tubuh). B limfosit akanmengenali benda asing tersebut, kemudian akanmemproduksi antibodi. Antibodi merupakan molekul yangakan menempel di suatu molekul spesifik (antigen) dipermukaan benda asing tersebut. Kemudian antibodi akanmenggumpalkan benda asing tersebut sehingga menjadi tidak aktif, atau berperan sebagai sinyal bagi sel-selfagosit.
v  Imunitas selular, yaitu respon imun yang dilakukan oleh molekul-molekul protein yang tersimpan dalam limfa dan plasma darah. Imunitasini dimediasi oleh sel T limfosit.
Mekanisme ini ditujukan untuk benda asing yang dapat menginfeksi sel (beberapa bakteri dan virus) sehingga tidak dapat dilekati oleh antibodi. T limfosit kemudian akan menginduksi 2 hal: (1) fagositosis benda asing tersebut oleh sel yang terinfeksi, (2) lisis sel yang terinfeksi sehingga benda asing tersebut terbebas ke luar sel dan dapat di dilekati oleh antibodi.
2.3. Imunisasi
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya.
Imunisasi biasanya lebih fokus diberikan kepada anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa, sehingga rentan terhadap serangan penyakit berbahaya. Imunisasi tidak cukup hanya dilakukan satu kali, tetapi harus dilakukan secara bertahap dan lengkap terhadap berbagai penyakit yang sangat membahayakan kesehatan dan hidup anak.
2.3.1 Tujuan :
Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Beberapa penyakit yang dapat dihindari dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, batuk rejan, gondongan, cacar air, tbc, dan lain sebagainya.
2.3.2. Jenis – jenis imunisasi :
v  Imunisasi aktif : Diperoleh karena tubuh secara aktif membuat antibody sendiri.
ü  Imunisasi aktif Alami Kekebalan yang Diperoleh seseorang setelah sembuh dari sakit tertentu..
ü  Imunisasi Aktif Buatan
·         Imunisasi merupakan pemberian mikroorganisme yang telah mati atau dilemahkan ke dalam tubuh manusia supaya tubuh membentuk antibody
·         Melibatkan pembentukan antibody di dalam tubuh sebagai respon terhadap masuknya antigen tertentu ke dalam tubuh .
·         Bertujuan untuk merangsang tubuh agar membentuk antibodyyang dapat mengaktifkan system kekebalan tubuh.
·         Dilakukan dengan pemberian vaksin ke dalam tubuh.
·         Contoh vaksin :
1.       Vaksin yang di lemahkan Virus hidup yang dilemahkan
2.       Vaksin inaktivasi Bakteri atau virus yang sudah di inaktivasi
3.       Vaksin toksoidtoksin(racun) yang dihasilkan oleh bakteri
4.       Vaksin aseluler dan subunit
v  Imunisasi Pasif : kekebalan yang didapat dari pemindahan antibody dari suatu individu ke individu lainnya.
ü  Imunisasi Pasif Alami Terjadi pada bayi dalam kandungan, dimana antibody sang ibu akan masuk ke dalam tubuh bayi melalui plasenta, dan ASI pertama.
ü  Imunisasi Pasif Buatan Kekebalan yang diperoleh dengan memasukkan antibody / serum yang telah kebal penyakit yang dilakukan melalui suntikan. Tujuanya adalah untuk memberikan kekebalan tubuh secepatnya karena tubuh penerima tidak memiliki banyak waktu untuk membentuk antibody

2.3.3. Cara pemberian imunisasi :
Teknik atau cara pemberian imunisasi umumnya dilakukan dengan melemahkan virus atau bakteri penyebab penyakit lalu diberikan kepada seseorang dengan cara suntik atau minum / telan. Setelah bibit penyakit masuk ke dalam tubuh kita maka tubuh akan terangsang untuk melawan penyakit tersebut dengan membantuk antibodi. Antibodi itu uumnya bisa terus ada di dalam tubuh orang yang telah diimunisasi untuk melawan penyakit yang mencoba menyerang.

2.4 Kelainan dan Penyakit pada System Kekebalan Tubuh
v  Alergi
Merupakan suatu reaksi abnormal yang terjadi padaseseorang.Umumnya alergi bersifat khusus dan hanya muncul jikapenderita melakukan kontak dengan penyebab alergi.Alergi dapatditurunkan dari orang tua / keluarga dekat.Alergi dapat terjaddisecara tiba-tiba dan bersifat fatal terhadap penderita.Seseorangyang alergi akan mengalami gangguan emosi,konsentrasi,danlain-lain.Alergi terjadi karena penderita sangat sensitive terhadap allergen.

v  AIDS
AIDS merupakan suatu sindrom atau penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Pada tubuh manusia, virus HIV hanya menyerang sel yang memiliki protein tertentu. protein itu ialah yang terdapat pada sel darah putih T4 ,yaitu sel darah putih yang berperanmenjaga system kekebalan tubuh. Apabila virus HIV menginfeksi tubuh,manusia akan mengalami penurunan system kekebalantubuh.Akibatnya,para penderita HIV-AIDS akan mudah terinfeksi berbagai jenis penyakit.

Penderita HIV positif umumnya masih dapat hidup dengan normal dantampak sehat,tetapi dapat menularkan virus HIV. Penderita AIDS adalah penderita HIV positif yang telah menunjukkan gejala penyakit AIDS.Waktu yang dibutuhkan seorang penderita HIV positif untuk menjadi penderita AIDS relatif lama, yaitu antara 5-10 tahun. Bahkan ada penderita HIV positif yang seumur hidupnya tidak menjadi penderita AIDS. Hal tersebut dikarenakan virus HIV didalam tubuh membutuhkan waktu untuk menghancurkan system kekebalan tubuh penderita.

Ketika system kekebalan tubuh sudahhancur, penderita HIV positif akan menunjukkan gejala penyakit AIDS. Penderita yang telah mengalami gejala AIDS atau penderita AIDS umumnya hanya mampu bertahan hidup selama dua tahun.

Gejala-gejala penyakit AIDS adalah:
ü  Ganguan pada system saraf
ü  Penurunan libido
ü  Sakit kepala
ü  Demam
ü  Berkeringat pada malam hari selama berbulan-bulan
ü  Diare
ü  Terdapat bintik-bintik berwarna hitam atau keungu-unguan di sekujur tubuh
ü  Terdapat banyak bekas luka yang belum sembuh total
ü  Terjadi penurunan berat badan secara drastis
Penularan virus HIV:
ü  umumnya terjadi melalui hubungan seks dengan penderita HIV
ü  Pemakaian jarum suntik bersama-sama dengan penderita HIV
ü  Transfusi darah yang terinfeksi HIV
ü  Bayi yang minum ASI penderita HIV atau dilahirkan oleh ibu penderita HIV
Cara menghindari HIV:
ü  Menghindari hubungan seks diluar nikah
ü  Menggunakan kondom jika melakukan hubungan seksual
ü  Memakai jarum suntik yang terjamin sterilisasinya
ü  Menghindari kontak langsung dengan penderita HIV jika sedang terluka
ü  Menghindari kehamilan bagi wanita penderita HIV
ü  Menerima transfusi darah yang tidak terinfeksi HIV

v  Automunitas Kegagalan daya diskriminasi endogen pada system kekebalantubuh sendiri dianggap sebagai zat / benda asing danterhadapnya dibentuk zat antibody.

2.5          Cara pencegahan Penyakit
Penyakit dapat dicegah dengan kekebalan tubuh dan vaksinasi/imunisasi.
a.       Kekebalan Tubuh
Ø  Kekebalan tubuh aktif alami: kekebalan tubuh yang dihasilkan karena limfosit teraktivasi oleh antigen pada patogen
Ø  Kekebalan tubuh aktif buatan: kekebalan tubuh yang dihasilkan melalui proses injeksi antigen ke dalam tubuh
Ø  Kekebalan tubuh pasif alami: antibodi diberikan ibu kepada bayinya melalui ASI (sementara)
Ø  Kekebalan tubuh pasif buatan: antibodi diekstrak dari satu individu disuntikkan ke tubuh orang lain sebagai serum

b.      Vaksinasi
Vaksin adalah suatu antigen yang disuntikkan atau secara oral yang menyebabkan perkembangan kekebalan tubuh aktif dari individu yang diberi vaksin. Sejumlah antigen diperkenalkan ke tubuh seseorang sehingga menstimulasi produksi antibodi, seperti saat terjadi infeksi alami. Kekebalan tubuh melalui vaksinasi sifatnya tahan lama sebab tubuh mampu memproduksi sel-sel memori yang akan ”mengingat” antigen yang masuk ke dalam tubuh. Sebelum diberikan ke tubuh individu, antigen untuk vaksin dijadikan tidak berbahaya terlebih dahulu. Vaksin diperoleh dari sumber berbagai berikut:
Ø  Mikroorganisme mematikan yang dimatikan. Mikroorganisme tersebut dimatikan dengan pemanasan atau pemberian senyawa kimia yang mendenaturasi enzim-enzim sel mikroorganisme. Patogen yang mati tidak akan menimbulkan penyakit, tetapi masih memiliki antigen yang akan dikenali limfosit T dan B, sehingga menghasilkan pembentukan antibodi oleh tubuh penerima vaksin. Contohnya adalah bakteri penyebab batuk rejan.
Ø  Strain hidup yang tidak mematikan. Vaksin yang dihasilkan melalui cara tersebut sering dinamakan vaksin yang dilemahkan. Patogen dilemahkan untuk memastikan tidak menyebabkan infeksi yang parah. Contohnya adalah virus penyebab rubella dan vaksin BCG yang digunakan untuk melawan tuberkulosis dan vaksin Sabin untuk melawan poliomielitis.
Ø  Toksin yang dimodifikasi. Pada vaksin tersebut, toksoid (senyawa toksik) yang digunakan untuk menstimulasi produksi antibodi dengan tidak ada resiko terjadi infeksi. Contohnya adalah vaksin yang digunakan untuk melawan difteri dan tetanus.
Ø  Antigen hasil isolasi yang terpisah dari patogennya. Antigen yang penting dipisahkan dari mikroorganisme melalui pemecahan struktur patogen dan mengambil glikoprotein. Contohnya adalah vaksin influenza. Vaksin influenza mengandung campuran sejumlah antigen dari berbagai strain virus influenza, dengan tujuan mengalahkan banyaknya variasi strain virus influenza yang ada. Variasi antigen tersebut timbul pada mikroorganisme yang memiliki kecepatan mutasi tinggi.
Ø  Antigen hasil rekayasa genetik. Antigen dihasilkan melalui ekstraksi gen pengkode antigen tertentu dari patogen, kemudian disisipkan ke plasmid mikroorganisme lain, misalnya bakteri yang tidak berbahaya. Sel bakteri tersebut kemudian akan bereplikasi, menghasilkan antigen dalam jumlah besar. Contohnya pada vaksin hepatitis B.

2.5.1      Pengobatan Penyakit dengan Antibiotik
Antibiotik merupakan senyawa kimia yang dihasilkan suatu mikroorganisme yang dapat membunuh mikroorganisme lain. Antibiotik pertama yang dikembangkan pada tahun 1930-an dan 1940-an merupakan senyawa kimia yang dihasilkan suatu mikroorganisme, yang dapat membunuh mikroorganisme lain. Sebagai contoh penisilin, antibiotik pertama yang dikembangkan dalam skala besar untuk melawan infeksi bakteri. Penisilin merupakan hasil produksi suatu jenis jamur. Semenjak itu, antibiotik telah diekstrak dari berbagai sumber, seperti kulit katak dan butiran salju, dan ada pula yang disintesis.
                        Berdasarkan jangkauan keefektifannya dan cara kerjanya, antibiotik dibagi menjadi 2, yaitu:
Ø  Antibiotik sprektum luas: antibiotik yang dapat membunuh berbagai jenis bakteri
Ø  Antibiotik sprektum kecil: antibiotik yang efektif terhadap sedikit jenis bakteri (untuk membunuh bakteri yang spesifik)

                        Semua antibiotik harus memiliki sifat toksisitas spesifik, yaitu antibiotik tersebut harus mampu mematikan atau menghambat pertumbuhan bakteri, tapi menyebabkan sedikit atau tidak ada kerusakan bagi jaringan tubuh. Target kerja antibiotik adalah proses metabolisme sel seperti sintesis protein, dll. Penggunaan antibiotik yang terlalu sering dan tidak sesuai aturan perlu dihindari karena penggunaan antibiotik berkali-kali menyebabkan semakin banyak bakteri yang mampu bertahan hidup dan mewariskan gen-gen resisten kepada strain yang berbeda.

2.6 Makanan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh
v  Jeruk

Mengatasi sariawan pasti hal pertama yang ada di benak orang kebanyakan ketika ditanya manfaat jeruk. Tapi tahukah Anda bahwa jeruk merupakan salah satu buah yang dapat mencegah kanker dan serangan jantung. Enzim Limonid pada jeruk mampu mencegah kanker tertentu. Enzim Pektin yang ada menurunkan LDL (kolestrol jahat), memperkecil penyumbatan pembuluh darah dan memperkecil resiko serangan jantung.

v  Semangka

Wajah segar, bercahaya dan tampak lebih muda terpancar dari orang yang mengkonsumsi buah kaya air ini secara teratur. Zat bekaroten dalam semangka mampu menyegarkan kembali sel-sel layu yang dirusak oleh molekul radikal bebas yang merupakan hasil sampingan metabolisme tubuh. Likopen yang ada dalam semangka dapat menyusutkan resiko kanker mulutrahim dan kanker pankreas pada wanita. Sebuah hasil penelitian di India menunjukkan, likopen dapat menambah jumlah sperma pada laki-lakiterutama yang struktur spermanya tidak normal dan pergerakannya lamban.

v  Kedelai

Dalam kacang kedelai terdapat Isoflavon, enzim yang memiliki fungsi miriphormon estrogen, sehingga dapat mencegah keropos tulang. Kedelai jugatermasuk makanan pengganti protein tinggi yang ideal, karena takmengandung asam lemak jenuh sehingga mengurangi resiko serangan jantung.

v  Brokoli

Sulforaphan, zat antioksidan pada brokoli dapat membantu tubuh untukmenghilangkan atau menetralkan zat penyebab kanker, karsinogenik. Zatbekarotin di dalam brokoli mampu mencegah kanker usus besar danpayudara, juga tekanan darah tinggi.

v  Kangkung

Kangkung kan membuat ngantuk! Mitos ini sudah lama beredar dimasyarakat, tapi sebenarnya kangkung mengandung zat untukmeningkatkan ketahanan tubuh. Bersifat anti racun, anti radang dan mengandung protein, kalsium juga karoten ini dapat melancarkan air seni. Bagi ibu hamil juga berguna untuk mengatasi mual di awal kehamilan.

v  Belimbing

Buah ini mengandung serat makanan, vitamin A dan C juga kalium. Zat-zattersebut menjaga kenormalan fungsi organ pencernaan, sistim pembuluhdarah dan jantung. Bagi orang yang mempunyai tekanan darah dan kolestroltinggi sangat disarankan untuk mengkonsumsi belimbing.

3.1 Kesimpulan
Sistem kekebalan tubuh ( imunitas ) adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruhbiologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta seltumor. sistem imun terbagi dua berdasarkan perolehannya atau asalnya, yaitu :
v  Sistem imun Non Spesifik (Sistem imun alami).
v  Sistem imun Spesifik (Sistem imun yang didapat/hasil adaptasi)
Berdasarkan mekanisme kerjanya, sistem imun terbagi, yaitu:
v  Sistem imun humoral (sistem imun jaringan atau diluar sel, yang berperan adalah Sel B "antibodi"
v  Sistem imun cellular (sistem imun yang bekerja pada sel yang terinfeksi antigen, yang berperan adalah sel T (Th, Tc, Ts)
Imunisasi Merupakan salah satu usaha manusia untuk menjadikanindividu kebal. terhadap suatu penyakit.Imunisasi terbagi 2,yaitu:
v  Imunisasi aktif : Diperoleh karena tubuh secara aktif membuat antibody sendiri.
v  Imunisasi Pasif : kekebalan yang didapat dari pemindahan antibody dari suatu individu ke individu lainnya.
Kelainan dan Penyakit pada System Kekebalan Tubuh terdiri dari alergi, AIDS, Autoimunitas.
Kekebalan tubuh kita juga dapat ditingkatkan dengan memakan buah-buahan seperti semangka,belimbing,brokoli,dan lain-lain.